"Menunggu" Suatu kata yang memberi kita harapan bahwa pada suatu saat nanti akan ada hal yang Indah yang akan datang, meskipun mungkin tak pernah ada"
***
"Selamat ulang tahun nak" malam itu didalam rumah petak yang sangat sederhana ini terlihat ada kehangatan, Ini adalah rumah Myta, Seorang gadis cantik, berkulit kuning langsat, berambut hitam, yang terlahir sebagai anak tunggal dikeluarga yang sangat sederhana, ayahnya bekerja sebagai Satpam disuatu perusahaan tekstil milik Ayah temannya, dan ibunya bekerja sebagai penjaga kantin diSMA tempat dia sekolah. Malam itu myta dan kedua orang tuanya merayakan ulangtahunnya yang ke16 th.
"Ibu punya sesuatu buat kamu nak" Ujar ibu sambil menyodorkan sebuah kotak yang berbalut dengan kertas yang sangat sederhana, dan mytapun membuka kotak itu "Ibu, ini kan mahal" ujar myta saat melihat kalung yang ada didalam kotak itu, sambil memegang tangan ibunya. "Ayah sama ibu sengaja mengumpulkan uang untuk membeli kalung ini, yang nantinya akan dipakai sama anak ayah satu-satunya" jawab ayah sambil tersenyum melihat anaknya. Dan akhirnya suasana kembali hangat..
***
Pukul 06.30 myta dan ibu sudah sampai disekolah untuk menyiapkan apa apa saja yang harus dijual. "Ibu myta harus kekelas" ujar myta sambil melihat jam didinding yang menunjukkan pukul 07.00 , myta menghampiri ibunya sambil meraih dan mencium tangan ibunya, "Belajar yang baik ya sayang" jawab ibu. Saat myta menelusuri koridor tak sengaja ia bertemu dengan seorang lelaki Tampan, berkulit putih, berhidung mancung, dan memiliki tinggi badan kira kira 170 cm itu, iyaa! Itu adalah ketua osis SMA meethew high school, sekaligus anak sulung dari keluarga konglomerat, pengusaha minyak diindonesia, Rio! Namanya adalah Rio , dia duduk dikelas 12 saat ini,kakak kelas myta, lelaki dingin, yang bahkan lebih dingin dari es*. Ketika mereka berselisih jalan tak ada satupun dari mereka yang berani menyapa, myta yang bahkan tak berani melihatnya, begitu juga dengan Rio. Mereka memang sekolah diSMA yang sama, tapi seperti berada dialam yang berbeda, tak pernah melihat atau bertegur sapa satu sama lain.
*Ding Ding Dong* suara yang menandakan bahwa akan ada pemberitahuan, "Hai guys, malam ini aku ngundang kalian semua buat datang ke party sweet seventeen aku nanti malam" Itu adalah suara Amel, kakak kelas myta, gadis cantik, berkulit putih, berambut ikal sebahu, bermata sipit, Amel adalah anak dari keluarga kaya, yang memiliki SMA ini.
Saat amel mengumumkan undangannya myta sedang berada dikelas sambil membaca buku, "eh myt, kamu datang kan nanti malem" tanya teman sebangkunya, mytapun berhenti membaca sejenak dan menjawab "emm, kayanya engga deh" , "kenapa? Gaush khawatir ,nnti aku yg bakalan makeover kamu, oke ?kamu harus dateng" paksa temannya. "Emm" myta hanya menganggukkan kepalanya.
*kriiiiiing* bel pulang telah berbunyi.
Semua siswa/i berhamburan keluar.
"Kak, nnti malem datengkan?" Tanya aliya, Aliya adalah adik dari Rio. Aliya bertanya saat mereka keluar dari gerbang, "ngga! Males" jawab rio. Tak sengaja ada amel yang melihat mereka jalan berdua, "Rio tunggu!" teriak amel sambil berlari mendekati rio dan adiknya. "Kamu dateng yah ntr malem" Seru amel kepada rio, "emm liat nanti deh" jawab rio. "Eh ka rio bakalan dateng kok kak, yakan ka? " ujar aliya bertanya kepada rio sambil menyenggol tangan kakaknya itu. "Apaansi kamu?!" Rio memasang wajah kesal, sekaligus salah tingkah saat berada di depan mantannya itu, iya! Amel adalah Cinta pertama rio. Amel hanya tersenyum. "Yuk pulang" ujar rio sambil menarik tangan adiknya.
***
"Kaak ayoo masuuuk!!!" paksa aliya, sambil menarik tangan kakaknya untuk keluar dari mobil saat berada didepan rumah amel. Dan akhirnya riopun masuk dengan paksaan. "Oke semua, ini waktunya untuuuk, berdansa" Seru Manda, manda adalah teman amel, anak dari pengusaha tekstil, tempat bekerjanya ayah myta.
"Myta, aku mau dansa kamu disini ajaya" ujar teman sebangku yg membawa myta kepesta itu. Myta hanya menganggukkan kepalanya. Semua orang berpasangan , hanya myta dan rio yang terlihat celingak celinguk merasa canggung satu sama lain. Myta melihat rio, sambil berkata didalam hati "Ah masa sih dia bakalan dateng, buat dansa sama aku" , Tiba tiba Rio berjalan dari depan menuju myta.. DAG DIG DUG, jantung myta berdetak lebih kencang, "dia kesini? Beneran? " tanya myta kepada dirinya sendiri didalam hati. Rio mengulurkan tangannya, bertanda mengajak myta berdansa bersama. "Tunggu apa? " tanya rio, "ha?" myta sempat kaget, tapi tak lama mytapun meraih tangan rio, dan mereka berdansa. Hening sangat hening mereka tak menatap atau bicara satu sama lain, Tapi nth angin apa tiba tiba rio membuka mulut untuk memulai percakapan diantara mereka, "Aku Rio, aku anak sulung dari keluarga kaya Raya, aku tinggal dirumah yang sangat besar seperti istana, aku tinggal bersama adikku aliya, dan dua pembantu rumah tangga dirumahku" Ketika rio bicara, myta hanya diam dan tetap menunduk. "Aku dan aliya hanya bisa bertemu dengan ayah dan ibu kami beberapa saat dalam setahun, dan hanya aku yang menjadi orangtua satu satunya bagi adikku, jika tidak karnanya aku sudah lama mati sejak dulu, huuh.. Terkadang hidup sangat lucu" Rio tersenyum. Myta pun melihatnya tersenyum, "Apakah dia benar-benar tersenyum?" tanya myta kepada dirinya sendiri didalam hati. "Aku myta, aku terlahir sebagai anak tunggal dikeluarga yang sangat sederhana, ayahku bekerja sebagai satpam, dan ibuku bekerja sebagai penjaga kantin, aku bisa bertemu mereka saat malam hari, tapi aku tak pernah melihat ayahku saat aku membuka mata untuk pertama kalinya saat pagi, karna dia harus bekerja" Mytapun gantian menjelaskan tentang dirinya . "Waah, aku sangat iri" jawab rio, "Em apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya rio, "Selalau" jawab myta, "Kadang mereka semua menganggapku dingin, itu memang benar, aku tak punya teman kecuali adikku, nthlh ,aku tak bisa percaya kepada siapapun kecuali dia" ujar rio. Rio melepas myta dan berhenti berdansa, "Aku Rio, Mauakh kau jadi temanku?" tanya rio kepada myta, didalam keramaian itu, myta hanya melihat rio dengan penuh tanda tanya. Dan tersenyum "Aku myta" , Mereka pun berjabat tangan sambil tersenyum bersama.
****
Lanjut coeg 👍
BalasHapus